Setiap orang pasti punya rasa malu dan itu adalah hal yang manusiawi. Rasa malu dapat dibagi menjadi dua yaitu rasa malu yang timbul akibat dari perbuatan yang telah/pernah dilakukan (karena perbuatan salah/keliru) dan rasa malu yang timbul sebelum kita melakukan tindakan (yang timbul akibat perasaan dan prasangka). Pada kategori pertama, itu masih bersifat wajar, berarti kita dapat memilah dan memilih serta membedakan mana yang baik, dan mana yang benar, mana yang pantas, dan mana yang tak pantas. Sedangkan untuk kategori rasa malu yang kedua yang Anda alami, maka itu berarti Anda tidak punya kepercayaan diri.

Coba bandingkan contoh berikut ini: Ada dua orang pemuda bermaksud untuk mendekati seorang cewek yang sangat cantik, tampang kedua pemuda itu sama gantengnya, tapi mereka berbeda sikap dan cara pandang. Pemuda pertama mengambil langkah untuk segera mendekati cewek itu, kemudian menanyakan seputar informasi tentang cewek itu dan menawarkan diri untuk mengajak kenacan cewek itu. Sedangkan pemuda kedua hanya memandang dari kejauhan dan berfikir, “wah kalau saya ditolak gimana ya”, “jangan-jangan dia tidak respon dengan saya ya”. Bisa ditebak bukan, kalau jika si cewek menolak ajakan kencan, pemuda pertama pasti akan malu, namun juga lega telah berusaha dan mengetahui jawaban si cewek, dan pemuda ke dua tetap aja “jangan-jangan, kalau-kalau”. Itu kalau ditolak, coba kalau si cewek menerima tawaran kencan pemuda itu, pasti pemuda itu akan teriak “yesssssssss, rencana gue berhasil”, sedangkan pemuda kedua akan tetap berfikir “jangan-jangan, kalau-kalau”.

Rasa malu adalah sebuah kombinasi dari kegugupan sosial dan pengkondisian sosial. untuk mengatasi rasa malu ini, yang dibutuhkan adalah belajar bersikap rileks dalam pergaulan sosial. Untuk memulai mengurangi rasa malu, ada beberapa tips dibawah ini yang mungkin dapat dipraktekan.

  1. Buat pertanyaan terbuka pada semua orang. Banyak orang yang lebih senang bicara tentang diri mereka sendiri, dan temukan sebuah topik yang membuat orang lain tertarik. Apa yang membuat mereka tertarik akan membuat perbincangan berjalan menyenangkan bagi semua orang. Selalu ajukan pertanyaan yang memungkinkan jawabanlebih dari ya/tidak.
  2. Pikirkan tentang cara Anda merasa bertindak di sekitar orang-orang yang telah anda kenal, dimana Anda bisa merasa nyaman dan bersikap spontan. Alihkan perasaan itu saat Anda bertemu kenalan baru, begitu pula dalam situasi yang membuat rasa percaya diri Anda memudar.
  3. Hindari terlalu memperhatikan diri Anda sendiri. Tentu saja, Anda boleh sedikit memikirkan tentang bagaimana Anda akan melewatkan perbicangan dengan orang banyak, tapi jika seluruh fokus Anda tercurah pada kata-kata sendiri dan perasaan Anda, selanjutnya Anda akan mulai merasa gugup sendiri. Ingat-ingat apa yang dikenakan oleh orang lain dan buat catatan tersendiri, dengarkan apa yang mereka perbincangkan, bayangkan dimana mereka tinggal, buat sebuah garis besar atau ingat-ingat nama mereka.
  4. Nikmati waktu Anda. Hindari mengatakan hal-hal tanpa berpikir terlebih dulu. Ajukan pertanyaan, dan jika mendapat pertanyaa. Anda dapat mempertimbangkan jawaban terlebih dahulu sebagai tanggapan Anda, jangan asal menjawab tanpa berpikir. Jawaban yang diluncurkan dengan perlahan merupakan cara bersikap santai.
  5. Berhentilah percaya pada imajinasi Anda. Mungkin Anda pernah membuat gambaran tentang sebuah liburan yang menyenangkan dan pada kenyataanya jauh berbeda dari yang Anda bayangkan. Itu menunjukan beatapa tak dapat dipercayanya bayangan kita sendiri. Berhentilah memikirkan apa yang dipikirkan orang lain.
  6. Berhentilah memikirkan ”segalanya atau bukan apa-apa.” Pemikiran ”pasti begini/pasti begitu” tertuang saat Anda mengalami emosi. Orang-orang yang sedang depresi, marah dan gelisah melihat kenyataan dari hal-hal ini dengan perbedaan yang ektrim. Bagi orang yang sedang marah ”Anda salah” dan ”mereka benar,” orang yang marah akan melihat dirinya ”gagal”, sedang yang lain ”berhasil.
  7. Akhirnya, gunakan latihan hipnotis. Hipnotis merupakan cara tercepat untuk mengubah tanggapan instink/emosi Anda dalam setiap situasi. Hanya pikirkan bahwa pikiran dan tubuh Anda dalam keadaan rilek sewaktu bertemu orang baru. Sebenarnya, sewaktu Anda merasa santai seringkali Anda akan menemukan saat yang tepat untuk menerapkan hipnotis agar merasa lebih percaya dirisaat berhadapan dengan orang-orang baru, dan tentu saja pada titik ini rasa malu akan tersingkir dengan sendirinya.